JUDUL : PETUALANGAN KE DUNIA LAIN
NAMA PENGARANG : NEIL GAIMAN
TAHUN TERBIT : 2002
PENERBIT : PT GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA
TEBAL BUKU : 232
TEMPAT TERBIT : JAKARTA
SINOPSIS :
Kepindahan ini membuat Coraline merasa terasing. Ibu dan ayahnya seolah sibuk dengan aktivitas baru mereka dan tak lagi terlalu perduli dengan Coraline. Bosan, Coraline kemudian mencoba bersosialisasi dengan para tetangganya. Sayangnya ini pun tak berhasil membuat Coraline merasa senang. Coraline yakin bahwa hidupnya tak akan lagi menyenangkan seperti saat ia masih tinggal di Michigan dulu.
Di flat yang ditempati keluarga Coraline ada 21 jendela dan 14 pintu. Tiga belas pintu bisa membuka-menutup, pintu ke-14 dikunci, dan dibaliknya hanya ada tembok batu bata.Suatu hari Coraline membuka pintu itu, dan menemukan lorong ke flat lain, di rumah lain yang persis dirumahnya. Mulanya semua tampak menyenangkan di flat itu. Di dunia dalam flat ini, semuanya terlihat sama dengan dunia Coraline, hanya saja semuanya terlihat jauh lebih menyenangkan. Semua orang terlihat sangat perhatian dan ramah kepada Coraline dan membuatnya betah. Bahkan kedua orang tua Coraline pun terlihat lebih fun, makanannya lebih enak, mainan-mainannya lebih menyenangkan
Tapi semua itu ada harganya. Mereka yang tinggal di 'dunia lain' dengan ibu lain ayah lain. di flat itu jga ada anak-anak yang lain yang terperangkap, jiwa-jiwa yang di penjara di balik cermin. mareka mengaharapkan agar coraline dapat membebaskan mereka. Dan ayah lain dan ibu lain itu tidak menghendaki Coraline kembali ke dunia asalnya dan kini Coraline harus berusaha sendiri untuk membebaskan diri dari dunia paralel ini.
keuntungan :
dapat berimajinasi, sebuah dunia baru yang penuh dengan kemungkinan, kegembiraan, dan bahaya. dan untuk menunjukkan masa kanak-kanak sebagai waktu yang tidak begitu fantastis.
kelemahan :
semua orang yang membaca novel ini mempunyai imajinasi yang tinggi sehingga tidak melihat ke kehidupan yang nyata. dan tidak dapat dimengerti oleh semua kalangan. hanya yang dapat mengerti maksud dari tulisan penulisnya.
GAMBAR :
Selasa, 03 November 2009
Rabu, 28 Oktober 2009
polygamy is a good choice for everyone
Polygami is a good choice for everyone
In this statement I agree if person which polygamy be based Islamic law or religious law.
I agree if religious court can give license for man for have many wife but he must go to religious court for get license if he will polygamy. And he must balance with her wife. And wife must be gave license if his wife sick or dead or the man don’t have one child for his generation from his wife. And he can polygamy if he give live guarantee for his wife and his children.
i don't agree because woman will be sad if her husband polygamy.
In this statement I agree if person which polygamy be based Islamic law or religious law.
I agree if religious court can give license for man for have many wife but he must go to religious court for get license if he will polygamy. And he must balance with her wife. And wife must be gave license if his wife sick or dead or the man don’t have one child for his generation from his wife. And he can polygamy if he give live guarantee for his wife and his children.
i don't agree because woman will be sad if her husband polygamy.
Selasa, 27 Oktober 2009
cerpen "khayalan mendapat hadiah dari angin utara"
Suatu hari, ada anak laki-laki yang tinggal dengan ibunya. Keluarga itu sangat miskin, mereka hidup sangat sulit sampai mereka tidak bias makan 3 kali sehari.
Suatu hari lelaki muda itu pergi untuk mencari makanan untuk ibunya. Setelah dia melangkah keluar pintu toko itu, tiba-tiba ada angin yang menghembus kencang sehingga makanan itu pun pergi.
Ketika anak itu pergi kembali ke took itu untuk mencari makanan lain. Dan ketika dia jalan keluar took itu, tiba-tiba angin itu meniup makanan yang di bawa pemuda itu.
Akhirnya ia pun pergi ke rumah angin lalu meminta kembali makanan yang telah di ambil oleh angin itu. “saya kesini ingin meminta makanan itu, tolong kembalikan makanan itu,itu untuk ibu saya di rumah, saya sangat miskin.” Pemuda itu pun meminta dengan muka memelas. Dan angin pun menjawab “maaf temanku aku tidak mempunyai makanan, tetapi saya akan memberimu hadiah yang istimewa. “ambil baju ini”. Ketika kamu membutuhkan makanan, kamu hanya berkata”baju berikan saya makanan” lalu tidak lama kemudian makanan itu segera dating.
Hari sudah mulai gelap ketika anak itu tiba di penginapan. Dia tidak mempunyai cukup banyak uang. Dia mengingat baju yang di berikan angin itu. Anak itu berkata “baju, tolong berikan aku makan malam. Aku merasa lapar sekarang.” Dan makanan itu pun segera datang. Penjaga penginapan itu tidak sengaja melihat itu, dan dia pun terkejut dan iri dengan pemuda itu. Jadi, ketika malam hari dan semua orang telah tertidur, dan dia pun langsung menyusup ke kamar pemuda yang miskin itu dan langsung mengambil baju itu.
Pagi hari, pemuda itu telah bangun dan ia pun terkejut kalau bajunya itu telah di curi orang. Lalu dia memberi tahu ke angin itu kalau baju itu hilang dan ia pun meminta makanan yang telah di ambil angin itu. Lalu angin itu memberi tongkat sakti untuk pemuda miskin itu. “kamu dapat melakukan apa pun yang kamu inginkan” kata angin itu.
Anak itu sangat senang dan dia langsung kembali ke penginapan dan mencoba tongkat yang di dapatnya dari tuan angin. “tongak tolong berikan aku uang dan makanan yang banyak untuk ibuku”. Anak itu meminta. Tongkat itu tidak mamberikan makanan dan uang yang banyak seperti yang ia inginkan. Dan pemuda itu pun kembale pergi ke rumah tuan angin itu. Dia komplain bahwa tongkat itu tidak sakti seperti yang angin itu katakan.
Lalu angin itu menjawab “aku hanya mengujimu saja supaya kamu bekerja keras untuk menjadi orang kaya. Tidak langsung menerima hasil yang menyenangkan.”
“kamu harus bekerja keras, jangan mengkhayal saja.”. Kata angin itu.
Dan akhirnya pemuda itu pun tidak mendapatkan apa yang ia inginkan. Uang tidak ada dan makanan pun hilang.
Suatu hari lelaki muda itu pergi untuk mencari makanan untuk ibunya. Setelah dia melangkah keluar pintu toko itu, tiba-tiba ada angin yang menghembus kencang sehingga makanan itu pun pergi.
Ketika anak itu pergi kembali ke took itu untuk mencari makanan lain. Dan ketika dia jalan keluar took itu, tiba-tiba angin itu meniup makanan yang di bawa pemuda itu.
Akhirnya ia pun pergi ke rumah angin lalu meminta kembali makanan yang telah di ambil oleh angin itu. “saya kesini ingin meminta makanan itu, tolong kembalikan makanan itu,itu untuk ibu saya di rumah, saya sangat miskin.” Pemuda itu pun meminta dengan muka memelas. Dan angin pun menjawab “maaf temanku aku tidak mempunyai makanan, tetapi saya akan memberimu hadiah yang istimewa. “ambil baju ini”. Ketika kamu membutuhkan makanan, kamu hanya berkata”baju berikan saya makanan” lalu tidak lama kemudian makanan itu segera dating.
Hari sudah mulai gelap ketika anak itu tiba di penginapan. Dia tidak mempunyai cukup banyak uang. Dia mengingat baju yang di berikan angin itu. Anak itu berkata “baju, tolong berikan aku makan malam. Aku merasa lapar sekarang.” Dan makanan itu pun segera datang. Penjaga penginapan itu tidak sengaja melihat itu, dan dia pun terkejut dan iri dengan pemuda itu. Jadi, ketika malam hari dan semua orang telah tertidur, dan dia pun langsung menyusup ke kamar pemuda yang miskin itu dan langsung mengambil baju itu.
Pagi hari, pemuda itu telah bangun dan ia pun terkejut kalau bajunya itu telah di curi orang. Lalu dia memberi tahu ke angin itu kalau baju itu hilang dan ia pun meminta makanan yang telah di ambil angin itu. Lalu angin itu memberi tongkat sakti untuk pemuda miskin itu. “kamu dapat melakukan apa pun yang kamu inginkan” kata angin itu.
Anak itu sangat senang dan dia langsung kembali ke penginapan dan mencoba tongkat yang di dapatnya dari tuan angin. “tongak tolong berikan aku uang dan makanan yang banyak untuk ibuku”. Anak itu meminta. Tongkat itu tidak mamberikan makanan dan uang yang banyak seperti yang ia inginkan. Dan pemuda itu pun kembale pergi ke rumah tuan angin itu. Dia komplain bahwa tongkat itu tidak sakti seperti yang angin itu katakan.
Lalu angin itu menjawab “aku hanya mengujimu saja supaya kamu bekerja keras untuk menjadi orang kaya. Tidak langsung menerima hasil yang menyenangkan.”
“kamu harus bekerja keras, jangan mengkhayal saja.”. Kata angin itu.
Dan akhirnya pemuda itu pun tidak mendapatkan apa yang ia inginkan. Uang tidak ada dan makanan pun hilang.
Senin, 26 Oktober 2009
kata baku dan kata tidak baku
non baku baku
1. abrasi (aberasi)
2. adi daya (adidaya)
3. adap (adab)
4. adzan (azan)
5. accu (aki)
6. agamis (agamais)
7. admin (administrator)
8. adpokat (advokat)
9. agamis (agamais)
10. ajektif (adjektif)
11. aktuil (aktual)
12. alfa (alpa)
13. ambeyen (ambeien)
14. amper (ampere)
15. analisa analisis)
16. anestesia (anestesi)
17. antene (antena)
18. antri (antre)
19. apotik (apotek)
20. asesori (aksesori)
21. ashar (asar)
22. atmosfir (atmosfer)
23. bandrol (banderol)
24. baterei (baterai)
25. bazaar (bazar)
26. belangko (blangko)
27. belender (blender)
28. bengkoang/bengkowang (bengkuang)
29. bhayangkara (bayangkara)
30. bis (bus)
31. brandal (berandal)
32. cabe (cabai)
33. cengkeh (cengkih)
34. cidera (cedera)
35. clien (klien)
36. coklat (cokelat)
37. da’wah (dakwah)
38. debet (debit)
39. disain (desain)
40. despenser (dispenser)
41. azas (asas)
42. duren (durian)
42. ijin (izin)
43. insyaf (insaf)
44. jaman (zaman)
45. kalo (kalau)
46. karir (karier)
47. nomer (nomor)
48. obyek (objek)
49. ramadhan (ramadan)
50. rame (ramai)
51. sentausa (sentosa)
52. trotoar (trotoir)
53. kreatifitas (kreativitas)
54. aktifitas (aktivitas)
55. sportifitas (sportivitas)
56. produktifitas (produktivitas)
57. gatel (gatal)
58. ijo (hijau)
59. item (hitam)
60. aku (saya)
61. utang (hutang)
62. ijin (izin)
63. istri (isteri)
64. katagori (kategori)
65. kemis (kamis)
66. detil (detail)
67. photo (foto)
68. kawin (nikah)
69. molor (tidur)
70. nyokap (ibu)
71. bokap (ayah)
72. konsepsionil (konseptual)
73. kongkrit (kongkret)
74. kaedah (kaidah)
75. cindramata (cendramata)
76. akhirat (akherat)
77. asik (asyik)
78. bakpau (bakpao)
79. bale (balai)
80. belom (belum)
81. dapet (dapat)
82. dalem (dalam)
83. febuari (februari)
84. kweh (kue)
85. korsi (kursi)
86. lepet (lipat)
87. lajim (lazim)
88. maap (maaf)
89. manpaat (manfaat)
90. mengubah (merubah)
91. robah (rubah)
92. rapet (rapat)
93. fihak (pihak)
94. popular (populer)
95. aja (saja)
96. ampe (sampe)
97. apes (sial)
98. selese (selesai)
99. tiker (tikar)
100. duit (uang)
1. abrasi (aberasi)
2. adi daya (adidaya)
3. adap (adab)
4. adzan (azan)
5. accu (aki)
6. agamis (agamais)
7. admin (administrator)
8. adpokat (advokat)
9. agamis (agamais)
10. ajektif (adjektif)
11. aktuil (aktual)
12. alfa (alpa)
13. ambeyen (ambeien)
14. amper (ampere)
15. analisa analisis)
16. anestesia (anestesi)
17. antene (antena)
18. antri (antre)
19. apotik (apotek)
20. asesori (aksesori)
21. ashar (asar)
22. atmosfir (atmosfer)
23. bandrol (banderol)
24. baterei (baterai)
25. bazaar (bazar)
26. belangko (blangko)
27. belender (blender)
28. bengkoang/bengkowang (bengkuang)
29. bhayangkara (bayangkara)
30. bis (bus)
31. brandal (berandal)
32. cabe (cabai)
33. cengkeh (cengkih)
34. cidera (cedera)
35. clien (klien)
36. coklat (cokelat)
37. da’wah (dakwah)
38. debet (debit)
39. disain (desain)
40. despenser (dispenser)
41. azas (asas)
42. duren (durian)
42. ijin (izin)
43. insyaf (insaf)
44. jaman (zaman)
45. kalo (kalau)
46. karir (karier)
47. nomer (nomor)
48. obyek (objek)
49. ramadhan (ramadan)
50. rame (ramai)
51. sentausa (sentosa)
52. trotoar (trotoir)
53. kreatifitas (kreativitas)
54. aktifitas (aktivitas)
55. sportifitas (sportivitas)
56. produktifitas (produktivitas)
57. gatel (gatal)
58. ijo (hijau)
59. item (hitam)
60. aku (saya)
61. utang (hutang)
62. ijin (izin)
63. istri (isteri)
64. katagori (kategori)
65. kemis (kamis)
66. detil (detail)
67. photo (foto)
68. kawin (nikah)
69. molor (tidur)
70. nyokap (ibu)
71. bokap (ayah)
72. konsepsionil (konseptual)
73. kongkrit (kongkret)
74. kaedah (kaidah)
75. cindramata (cendramata)
76. akhirat (akherat)
77. asik (asyik)
78. bakpau (bakpao)
79. bale (balai)
80. belom (belum)
81. dapet (dapat)
82. dalem (dalam)
83. febuari (februari)
84. kweh (kue)
85. korsi (kursi)
86. lepet (lipat)
87. lajim (lazim)
88. maap (maaf)
89. manpaat (manfaat)
90. mengubah (merubah)
91. robah (rubah)
92. rapet (rapat)
93. fihak (pihak)
94. popular (populer)
95. aja (saja)
96. ampe (sampe)
97. apes (sial)
98. selese (selesai)
99. tiker (tikar)
100. duit (uang)
Selasa, 06 Oktober 2009
reportase
Kompas,Rabu 29 oktober 2009
Komisi pemberantas korupsi menyatakan mantan deputi gubernur BI Aulia Tantowi Aulia pohan resmi menjadi tersangka bersama tiga mantan gubernur BI lainnya yaitu Aslim tadjudin, Maman H soemantri, dan bun bunan hutapea. ujar ketua KPK menetapkan berdasarkan atas penyelidikan dan fakta-fakta di persidangan.
Aulia pohan di vonis hukuman 4tahun dan denda sebesar Rp100juta. Tetapi majelis pengadilan tinggi jakarta mengurangi hukuman mantan deputi gubernur BI aulia pohan 6bulan.
Komisi pemberantas korupsi menyatakan mantan deputi gubernur BI Aulia Tantowi Aulia pohan resmi menjadi tersangka bersama tiga mantan gubernur BI lainnya yaitu Aslim tadjudin, Maman H soemantri, dan bun bunan hutapea. ujar ketua KPK menetapkan berdasarkan atas penyelidikan dan fakta-fakta di persidangan.
Aulia pohan di vonis hukuman 4tahun dan denda sebesar Rp100juta. Tetapi majelis pengadilan tinggi jakarta mengurangi hukuman mantan deputi gubernur BI aulia pohan 6bulan.
puisi
IBU
Sedalam laut, seluas langit
cintamu dan kasih sayangmu selalu tak bisa diukur
begitulah ibu mengurai waktu
meneteskan keringat dan rindunya
kau mencurahkan seluruh jiwa dan ragamu untuk anak-anakmu
wawancara bahasa indonesia
Saya dian otarina akan mewawancarai bapak eko dan ibu nuning. Beliau adalah Kepala sekolah dan Wakil kepala sekolah SDN Margahayu VII. Saya akan mewawancarai beliau dengan tema "BAHASA"
Dian: Selamat pagi bapak dan ibu?
Bpk eko dan ibu nuning: Selamat pagi.
Dian: Saya ingin meminta pendapat bapak dan ibu tentang bahasa yang di pergunakan pemuda di era globalisasi ini.
Bpk eko: menurut saya karena semakin canggihnya teknologi di era globalisasi ini membuat para pemuda kehilangan jati diri bahasa negaranya sendiri karena besar kemungkinan dengan masuknya budaya lain dan bahasa lain membuat negara kita tidak memakai bahasa asli bangsa indonesia.
Ibu nuning: benar pendapat bpk eko tentang globalisasi dengan masuknya budaya lain sehingga bangsa indonesia tidak memakai bahasa indonesia yang baik dan benar. Kita tidak boleh menyalahkan adanya globalisasi tetapi kita harus benar-benar memilih yang baik dan benar untuk manfaat bagi diri kita sendiri tanpa merubah bahasa yang kita punya yaitu bahasa indonesia yang baik dan benar.
Dian: berarti kita tidak boleh meninggalkan bahasa kita?
Ibu nuning: benar sekali.
Dian: lalu bagaimana dengan anak-anak sekarang yang di sekolahnya mendapatkan pelajaran bahasa inggris?
Bpk eko: kita boleh saja belajar bahasa lain tetapi kita tidak boleh meninggalkan bahasa nenek moyang kita yaitu bahasa indonesia.
Dian: Selamat pagi bapak dan ibu?
Bpk eko dan ibu nuning: Selamat pagi.
Dian: Saya ingin meminta pendapat bapak dan ibu tentang bahasa yang di pergunakan pemuda di era globalisasi ini.
Bpk eko: menurut saya karena semakin canggihnya teknologi di era globalisasi ini membuat para pemuda kehilangan jati diri bahasa negaranya sendiri karena besar kemungkinan dengan masuknya budaya lain dan bahasa lain membuat negara kita tidak memakai bahasa asli bangsa indonesia.
Ibu nuning: benar pendapat bpk eko tentang globalisasi dengan masuknya budaya lain sehingga bangsa indonesia tidak memakai bahasa indonesia yang baik dan benar. Kita tidak boleh menyalahkan adanya globalisasi tetapi kita harus benar-benar memilih yang baik dan benar untuk manfaat bagi diri kita sendiri tanpa merubah bahasa yang kita punya yaitu bahasa indonesia yang baik dan benar.
Dian: berarti kita tidak boleh meninggalkan bahasa kita?
Ibu nuning: benar sekali.
Dian: lalu bagaimana dengan anak-anak sekarang yang di sekolahnya mendapatkan pelajaran bahasa inggris?
Bpk eko: kita boleh saja belajar bahasa lain tetapi kita tidak boleh meninggalkan bahasa nenek moyang kita yaitu bahasa indonesia.
Langganan:
Postingan (Atom)
